IHSG ditutup menguat (+0.37%) ke level 6,525.69 pada perdagangan Jumat kemarin (21/8)
Foreign inflows fuel last week SUN rally
Aksi beli mewarnai pasar SUN kemarin (13/8) merespon hasil rilis inflasi CPI AS bulan Juli pada malam sebelumnya
Sentimen bullish masih berlanjut di pasar SUN kemarin (18/8) terutama terhadap tenor-tenor pendek. Yield 5Y SUN turun -4.1 bps menjadi 7.01% yang diikuti 2Y SUN -1.6 bps menjadi 6.81%.
IHSG ditutup menguat (+1.59%) ke level 6,401.89 pada perdagangan Jumat lalu (14/8) dengan saham BYAN (+20.00%), SRAJ (+15.38%), dan MPRO (+17.92%) sebagai leading movers.
IHSG ditutup menguat (+1.69%) ke level 6,373.85 pada perdagangan Rabu kemarin (12/8) dengan saham BREN (+13.29%), DCII (+5.45%), dan BRPT (+7.14%) se-bagai leading movers
Pasar bergerak sideways kemarin (12/8) karena investor bersikap wait-and-see menunggu rilis data inflasi CPI AS.
IHSG ditutup melemah (-1.13%) ke level 6,301.77 pada perdagangan Kamis ini (13/8) dengan saham BBCA (+0.39%), MPRO (+4.35%), dan BBNI (+0.84%) sebagai leading movers.
Sentimen bullish yang kuat mewarnai pasar SUN dan INDON pada Jumat pekan lalu (14/8) setelah Bank Indonesia mengumumkan pemangkasan suku bunga SRBI 12M -22.5 bps menjadi 7.37% (7/8: 7.59%).
IHSG ditutup menguat (+0.75%) ke level 6,449.83 pada perdagangan Selasa ini (18/8) dengan saham BYAN (+19.97%), BRMS (+4.03%), dan EMAS (+3.31%) sebagai leading movers.
IHSG ditutup melemah (-0.86%) ke level 6,394.13 pada perdagangan Rabu ini (19/8) dengan saham DSSA (+6.67%), ISAT (+5.38%), dan MEDC (+6.34%) sebagai leading movers. Sementara itu, BYAN (-9.41%), AMMN (-2.59%), dan CASA (-4.00%) menjadi lagging movers.
Keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di 5.75% disambut positif oleh investor dengan aksi beli di pasar SUN, terutama atas tenor-tenor pendek & menengah.
IHSG ditutup menguat (+1.68%) ke level 6,501.59 pada perdagangan Kamis ini (20/8)
Market concerned with long-run US fiscal health